Feri Sape malam hari, dan subuh yang menyalakan Labuan Bajo

Feri berangkat dari Sape jam sembilan malam. Saya mengikat KLX di dek bawah, lalu naik ke atas mencari tempat tidur di antara orang-orang yang sudah menggelar tikar. Laut gelap, bintang banyak, dan mesin kapal bergetar sepanjang malam.
Subuh, pulau-pulau muncul. Satu, dua, lalu puluhan, kabut menggantung di antara bukit. Labuan Bajo dari laut tidak terlihat seperti kota pariwisata terkenal, hanya pelabuhan kecil yang mulai bangun. Saya minum kopi paling nikmat dalam seminggu itu di dermaga.
Telat sehari
Jadwal feri menggeser kedatangan ke tanggal 28, satu hari dari rencana. Dua hari berikutnya saya istirahat di kota dan berlayar ke Padar tanpa motor.