Kelimutu sebelum fajar: tiga danau, tiga warna

Jam empat pagi, gelap total dan dingin. Saya mendaki dengan senter kepala bersama dua turis Belanda dan seorang penjual kopi yang sudah naik sebelum kami. Di puncak, semuanya diam menunggu.
Perlahan langit memutih, lalu pecah jadi biru muda, jingga, dan merah muda. Di bawah sana tiga danau kawah mulai terlihat: satu hijau muda, satu biru pekat, satu hitam kecokelatan. Warnanya berubah dari tahun ke tahun, kata pemandu. Hari itu cukup bagi saya.
Jadwal
Kelimutu satu hari lebih lambat dari rencana. Dan setelah ini, hujan menahan saya di Moni dua hari.