Rujak soto dan malam terakhir di Jawa
Rujak soto ternyata bukan lelucon. Rujak sayur dan soto daging disatukan dalam satu mangkuk, dan entah bagaimana asam, gurih, dan pedasnya saling mengerti. Warung kecil dekat alun-alun itu penuh sebelum jam sepuluh.
Sore saya jalan ke Pantai Boom, melihat kapal-kapal kecil pulang. Besok pagi Selat Bali. Rasanya seperti menutup satu bab: Jawa selesai di sini, dengan kaki sedikit pegal dan perut kenyang.
Telat dua hari
Baluran memakan setengah hari, hujan Jogja satu setengah hari. Rencana boleh bergeser, dan ongkos untuk fleksibel sudah masuk anggaran dari awal.