Selat Bali, Gilimanuk, dan jalan sepi menuju Ubud
Antrean feri Ketapang tidak sepanjang yang saya bayangkan. Setengah jam di dermaga, empat puluh lima menit di selat, dan tiba-tiba semua pelat nomor berubah jadi DK. Gilimanuk menyambut dengan angin pelabuhan dan bau ikan asin.
Sisanya jalan panjang yang tenang: Negara, Pekutatan, Tabanan. Pura kecil di tiap tikungan, canang di pinggir jalan, dan motor yang harus melintas pelan-pelan. Di Ubud, Dinda sudah menunggu dengan kopi dan peta rute berikutnya: Bali ke Pulau Rote.
Ringkasan
Dua belas hari dari Jakarta, sekitar 1.500 kilometer. Dua titik rencana dilewati dan dua singgahan baru ditambahkan, dan justru itu cerita terbaiknya.